Dua Mahasiswa Bangkalan Mengikuti Kegiatan Lintas Agama di Malang

Meningkatnya sentimen negatif dan kecenderungan untuk menolak atau bahkan memusuhi perbedaan yang terjadi belakangan ini tentu tak bi...



Meningkatnya sentimen negatif dan kecenderungan untuk menolak atau bahkan memusuhi perbedaan yang terjadi belakangan ini tentu tak bisa terus dibiarkan. Kecurigaan yang tak segera diluruskan adalah benih untuk permusuhan dan kebencian yang bermuara pada kehancuran. 

Dalam konteks Indonesia, sejarah telah tegas membuktikan bahwa bangsa ini besar bukan karena kekakuannya dalam menolak perbedaan, tetapi penghargaan dan dukungan penuh terhadap fakta bahwa kita berbeda-beda.  Bhinneka Tunggal Ika tak seharusnya dibiarkan hanya menjadi semangat tanpa upaya nyata untuk mewujudkannya.

Tergerak oleh semangat tersebut, ditambah dengan kesuksesan rentetan penyelenggaran Peace Train sebelumnya, tim Peace Train Indonesia kembali menggelar kegiatan serupa yang kali ini memasuki angkatan ke-6. 

Tim yang terdiri dari gabungan aktivis Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Forum Bhinneka Nusantra, Sekolah Damai Indonesia, Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (SEJUK), Demokrasi.id dan Narasi Damai Nusantara ini memilih Malang sebagai destinasi untuk mengajak para peserta Peace Train mempelajari dan mengalami keberagaman.

Nurhabibie, salah satu penyelenggara Peace Train 6 menyebut Malang dipilih lantaran keberagaman yang ada di masyarakatnya. 

“Usai serangan terorisme di Surabaya, publik sempat khawatir dengan kondisi Jawa Timur. Padahal serangan tersebut tak mempengaruhi toleransi masyarakat. Malang menjadi salah satu bukti nyatanya,” jelasnya.

Tujuan utama dari penyelenggaraan Peace Train 6, sebagaimana dijelaskan oleh Pdt. Franky Tampubolon, adalah untuk melakukan kaderisasi anak-anak muda untuk menjadi juru damai. 


“Anak-anak muda yang terlibat dalam Peace Train kali ini adalah anak-anak yang telah kami pilih dan kami siapkan untuk menjadi juru damai di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Meski begitu, Pdt. Franky mengatakan bahwa kegiatan ini dikemas dalam bentuk kegiatan yang fun dan bernuansa traveling dan untuk kali ini di kota Malang dari tanggal 24-26 Agustus 2018. Hal ini dimaksudkan untuk memberi nuansa santai dan menyenangkan kepada para peserta saat mereka mempelajari dan mengalami toleransi.

Sesuai dengan namanya, Peace Train adalah kegiatan jalan-jalan damai dengan menggunakan moda transportasi kereta. Dalam setiap gelarannya, tim Peace Train Indonesia selalu melibatkan anak-anak muda dari berbagai latar belakang agama dan suku yang berbeda, termasuk dari kelompok penghayat kepercayaan.

Dikatakan oleh Anick HT, salah satu penggagas Peace Train, kelompok minoritas perlu terus dilibatkan, baik sebagai peserta maupun destinasi kunjungan. “Kita perlu menunjukkan bahwa di negeri ini ada banyak ragam kepercayaan; tak hanya terbatas pada agama-agama yang dianggap resmi yang umum dikenal,” tegasnya.


Peace Train juga dimaksudkan sebagai cara kemas baru untuk menumbuhkan jiwa toleran kepada generasi muda. Mengenalkan keberagaman dengan konsep travelling.

Selama berada di Malang, tim Peace Train akan mengunjungi beberapa tempat ibadah dan komunitas agama dan kepercayaan, beberapa di antaranya adalah Vihara Dhammadipa Arama, Gereja Katolik Paroki St. Albertus de Trapani, GKJW Jemaat Sukun, Ponpes Al-Hidayah dan masih banyak yang lainnya.

Kegiatan lintas agama ini diikuti oleh kurang lebih 50 peserta dari berbagai kota di Indonesia dan dari semua macam kepercayaan atau agama. Lima peserta yang mewakili pulau Madura, dua diantaranya adalah mahasiswa STIT Al-Ibrohimy Galis Bangkalan, keduanya merupakan mahasiswa aktif dan mewakili Bangkalan untuk menjadi pemuda yang toleran dan akan menjadi juru damai. Keduanya adalah Aminullah Al-Farisi, prodi PAI semester 8 dan Abdul Mukmin Prodi PAI semester 3.

"Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan lintas agama ini. Apalagi mewakili dari Madura lebih khususnya jadi perwakilan Bangkalan. Kegiatannya sangat bermanfaat, karena dengan kegiatan ini kami dapat paham apa itu bhinnika tunggal ika juga bagaimana menghargai sebuah perbedaan". Jelas keduanya kepada kami.(kh.Anam, Am,Mu).


COMMENTS

Nama

Artikel,8,Kolom,2,News,168,Opini,30,Resensi,1,Sastra,9,
ltr
item
Lembaga Pers Mahasiswa STITAL: Dua Mahasiswa Bangkalan Mengikuti Kegiatan Lintas Agama di Malang
Dua Mahasiswa Bangkalan Mengikuti Kegiatan Lintas Agama di Malang
https://2.bp.blogspot.com/-N_jZjIAQg-M/W4Ht5WbbRSI/AAAAAAAAAmM/FWNFpDqxMNYfijYK8aKtopG9VY7ol-LCgCLcBGAs/s640/IMG-20180826-WA0009.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-N_jZjIAQg-M/W4Ht5WbbRSI/AAAAAAAAAmM/FWNFpDqxMNYfijYK8aKtopG9VY7ol-LCgCLcBGAs/s72-c/IMG-20180826-WA0009.jpg
Lembaga Pers Mahasiswa STITAL
http://www.lpm-mental.com/2018/08/dua-mahasiswa-bangkalan-mengikuti.html
http://www.lpm-mental.com/
http://www.lpm-mental.com/
http://www.lpm-mental.com/2018/08/dua-mahasiswa-bangkalan-mengikuti.html
true
7163121057848605904
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy