Pergesaran Mahasiswa Dari Diskusi Menjadi Digitalisasi

Mahasiswa yang kerap dijuluki agent of change, dengan budaya membaca, menulis, dan berdiskusinya, dirasa memiliki kemampuan untuk merub...

Mahasiswa yang kerap dijuluki agent of change, dengan budaya membaca, menulis, dan berdiskusinya, dirasa memiliki kemampuan untuk merubah kualitas negara. Namun masihkah budaya itu terjaga hingga kini?

Dulu ketika mendengar nama mahasiswa, maka orang akan berdecak kagum dan iri. Dulu, ketika seseorang menjadi mahasiswa maka kebanyakan orang akan menjalani kuliahnya dengan serius dan tekun. Dulu,  mahasiswa senang dan bersemangat ketika mendapat tugas yang banyak dan berat dari dosen. Namun itu dulu, perubahan zaman ternyata juga memberikan efek besar terhadap kehidupan mahasiswa di kampus..

Kemunduran peran mahasiswa ini, bisa disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal itu bersumber dari dalam diri mahasiswa itu, berkaitan dengan kurangnya motivasi maupun kesadaran dari dalam jiwa. Sedangkan pada kali ini akan diungkapkan masalah eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar tubuh seseorang seperti teman, serta pola kegiatan yang dilakukan. Kecanggihan teknologi turut mensponsori turunnya minat baca mahasiswa, karena kewajiban itu telah bergeser ke kebiasaan yang dirasa lebih “menyenangkan” bagi mahasiswa, seperti bermain game, kecanduan jejaring sosial, dan ngerumpi.

Mahasiswa sekarang adalah generasi "Z" generasi DIGITALISASI bagaimana kemudian mahasiswa tidak hanya bisa mengoperasikan gadgednya untuk hal yang tidak positif seperti bermain game.

Tapi mahasiswa adalah ejawantah generasi Z bahwa mahasiswa harus bisa mengoperasikan sebuah gadgednya untuk hal positif. Dengan alasan merefresh otak, terkadang mahasiswa mampu menghabiskan waktu berjam jam di depan monitor untuk bermain game, padahal penggunaan dalam jangka waktu yang lama, akan berdampak buruk bagi kesehatan, terutama kesehatan mata, punggung, dan otot otot sekitar tangan. Selain merugikan diri sendiri, kecanduan game dapat membuat mahasiswa tidak dapat membagi waktu dengan baik, tugas-tugas dapat terbengkalai sehingga peran mahasiswa tidak terlihat lagi.

Di era globalisasi kini, hampir 100% mahasiswa khususnya Indonesia memiliki akun jejaring sosial seperti facebook, twitter, instagram,  dan lainnya. Apalagi menurut penelitian, Indonesia menduduki peringkat ke-5 di dunia dalam aspek pengguna twitter terbanyak. Dan meraih posisi ke-2 sebagai pengguna facebook terbanyak. Melek teknologi memang baik, namun jika telah mengenal kata “kecanduan”, tentu akan merugikan mahasiswa tersebut. Mereka akan semakin asyik dengan dunia maya, sehingga interaksi dengan lingkungan sekitar akan berkurang. Hal itu tentu akan menimbulkan ketidak ingintahuan mahasiswa dengan fakta serta fenomena kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang terjadi, sehingga tak ada niat dari mahasiswa tersebut untuk turut berpartisipasi dalam menngembangkan negara. Budaya membaca dan menulis pun berubah menjadi membaca dan menulis di Timeline (syukur-syukur ilmu yang di dapat bermanfaat).

Cara berdiskusi mahasiswa masa kini pun telah berubah, karena yang dibahas bukan lagi masalah pelajaran maupun negara, melainkan masalah gosip-gosip terbaru yang tengah tumbuh subur di lingkungan sekitarnya. Keingintahuan seseorang terhadap urusan pribadi orang lain, atau yang lebih sering disebut Kepo, kini telah menjadi budaya mahasiswa. Tak hanya lingkup sekitar tapi juga lingkungan yang lebih luas.

Mahasiswa memang bukan pekerja sosial. Tetapi mahasiswa harus mampu menunjukkan bahwa mereka adalah agent yang siap menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat, dan siap memberikan gagasan cerah dengan sikap optimisnya pada saat menghadapi suatu persoalan. Atau minimal, mahasiswa harus jeli melihat sesuatu yang dapat dikategorikan sebagai sebuah permasalahan.

Kebiasaan kebiasaan lama yang telah tergerus hendaknya kembali dibangun, dengan mengurangi kegiatan kegiatan yang merugikan diri sendiri dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, agar tujuan bersama negara ini dapat tercapai. (Arif Qomaruddin)

COMMENTS

BLOGGER: 1
Loading...
Nama

Artikel,8,Kolom,2,News,159,Opini,30,Resensi,1,Sastra,9,
ltr
item
Lembaga Pers Mahasiswa STITAL: Pergesaran Mahasiswa Dari Diskusi Menjadi Digitalisasi
Pergesaran Mahasiswa Dari Diskusi Menjadi Digitalisasi
https://3.bp.blogspot.com/-RrCLHTXrxAE/W79zTa-FPrI/AAAAAAAAAzg/Z1NiKoCs6CA-CD625CSr-w87hp1wTy0SgCLcBGAs/s1600/Cover%252BFoto.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-RrCLHTXrxAE/W79zTa-FPrI/AAAAAAAAAzg/Z1NiKoCs6CA-CD625CSr-w87hp1wTy0SgCLcBGAs/s72-c/Cover%252BFoto.jpg
Lembaga Pers Mahasiswa STITAL
http://www.lpm-mental.com/2018/10/pergesaran-mahasiswa-dari-diskusi.html
http://www.lpm-mental.com/
http://www.lpm-mental.com/
http://www.lpm-mental.com/2018/10/pergesaran-mahasiswa-dari-diskusi.html
true
7163121057848605904
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy