Ternyata Dia, sahabat kecilku. | Cerpen.

-Tak ada perjuangan yang sia-sia, selagi kita yakin, Tuhan Maha Kuasa- Sore itu, senja memukau diufuk barat. Aku yang baru saja sam...



-Tak ada perjuangan yang sia-sia, selagi kita yakin, Tuhan Maha Kuasa-

Sore itu, senja memukau diufuk barat. Aku yang baru saja sampai kerumah nenek, menikmati suasana alam desa yang begitu indah. Dedaunan yang hijau, burung-burung yang melompat-lompat dari ranting satu ke ranting lainya di celah dedaunan dipohon-pohon. memanjakan mataku yang sudah lama Tak menemukan pandangan semacam itu. Sejak perpindahan kala itu, mataku hanya melihat pekatnya asap-asap metropolis.

Suasana ini, mengingatkan aku terhadap banyak Hal. Masa kecil yang indah, suasana yang tidak banyak berubah sejak dulu hingga saat ini. Bukit-bukit berjejer, pohon-pohon yang rindang, bahkan, jalan-jalan yang rusak. Dan yang paling kuingat sahabat Masa kecil yang sudah lama tidak Jumpa. 

"Assalamualaikum". Suara yang tiba-tiba datang dari ujung timur rumah nenek. yang biasa sebagai pintu masuk umum, baik tamu, dll, ketika hendak kerumah nenek.
Suara itu, membuyarkan fokusku yang sedang menikmati suasana dan pekerjaan anganku yang sedang beroperasi mengenang Masa lalu. Kualihkan pandanganku kesumber suara. Wajah orang itu tidak asing kupandang. Seakan aku mengenalnya, bahkan akrab. Wajah mungil gadis desa yang begitu anggun. Tubuhnya yang tinggi dibaluti hijab dan Gamis Dan alisnya yang hampir menyatu juga bibir pecah kopinya. Mengalahkan keindahan apapun dimuka bumi ini. Membuat kelopak mataku sulit mengatup. Benarkah itu Muna? Kataku dalam hati yang penasaran. 

"Waalaaikum Salam, eh Muna ...." Nenekku menyambut. 
"lagi pulang? Wah kebetulan, tuh si Mahmud juga pulang. Sini duduk, gimana mondoknya?".
" Dia Mahmud nek? Kapan sampai kesini? ".
" Tanya sendiri lah Sana! ".

Aku yang seakan tidak percaya kalo di Maimuna, sahabat kecilku dulu. Mencoba menghampiri seakan tidak ada apa-apa di Alam pikiranku.

"Hei, muna, apa kabar kamu?" Aku menyapa tanpa ragu. Sekalipun aku melihat muna aga sedikit malu-malu menyambut. Aku memaklumi, karena dia statusnya santri. Lama lagi. Sejak lulus SD 7 tujuh tahun silam. Kita tidak pernah ketemu. Karena setiap Muna pulangan pondok langsung ke Jakarta, ketempat orang tuanya merantau. Sedang aku tinggal di Surabaya bersama Pamanku, Sekolah sambil kerja.

"Alhamdulillah baik, kamu bagaimana?" Dia menjawab malu-malu. Mungkin karena sejak sekian lama tidak Jumpa Dan Kali ini kebetulan lagi sama-sama di Madura. Saya libur kuliah Dan dia libur mondok dan kebetulan orang tuanya juga lagi pulang kampung, karena ada hajatan.

"Aku juga baik, alhamdulillah. Gimana mondokmu? Lama juga yah kamu mondoknya!". Aku mencoba langsung sok akrab saja. Untuk mencairkan suasana. Walau sebenarnya aku juga kagum. Yang dulunya Muna kecil, Dekil, Ingusan, rambutnya banyak kutunya, dan sering aku buat nangis. Sekarang justru berubah 90 derajat. Cantik, anggun bak Cinderella.

"Tidak apa-apa, sebentar lagi aku berhenti kok. Oh iya, denger-denger kamu Lolos Beasiswa kuliah yah. Selamat yah!. Gak nyangka kamu hebat ternyata! ". Kalimat terakhir muna membuat aku tersipu malu. Karena aku Tau maksudnya. Dia pasti mau bilang gak nyangka bisa dapat Beasiswa. Karena dulunya aku anak yang sangat badung. Sering bolos Sekolah, suka buat nangis anak-anak termasuk Muna.

Bersambung ...!

"Hah, Muna mau tunangan nek? Sama siapa nek?".(Part 2).


By: Abdullah Sahuri.

COMMENTS

Nama

Artikel,8,Kolom,2,News,159,Opini,30,Resensi,1,Sastra,9,
ltr
item
Lembaga Pers Mahasiswa STITAL: Ternyata Dia, sahabat kecilku. | Cerpen.
Ternyata Dia, sahabat kecilku. | Cerpen.
https://1.bp.blogspot.com/-3igY2aV6668/XX9JaZEenmI/AAAAAAAABb4/GabnkNz3UEERs6gnO3H-pxJDJRvrHcFpgCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20190916-WA0029.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-3igY2aV6668/XX9JaZEenmI/AAAAAAAABb4/GabnkNz3UEERs6gnO3H-pxJDJRvrHcFpgCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20190916-WA0029.jpg
Lembaga Pers Mahasiswa STITAL
http://www.lpm-mental.com/2019/09/ternyata-dia-sahabat-kecilku-cerpen.html
http://www.lpm-mental.com/
http://www.lpm-mental.com/
http://www.lpm-mental.com/2019/09/ternyata-dia-sahabat-kecilku-cerpen.html
true
7163121057848605904
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy