Pahlawan itu bernama " Petani "

Setelah hujan mereda, mendung disore itu masih terlihat sangat pekat, menandakan hujan belum usai sepenuhnya. Seorang peria paruh bay...



Setelah hujan mereda, mendung disore itu masih terlihat sangat pekat, menandakan hujan belum usai sepenuhnya.
Seorang peria paruh baya itu terlihat memanggul cangkul dipundaknya. Berjalan penuh semangat dengan kaos belong yang kerap dipakainya, melewati jalan setapak menuju ladang tempat ia menggantungkan hidup, selama satu tahun kedepan. Teh Mislan sebutan akrab dikampungnya. Ketika musim hujan seperti ini, selayaknya para petani pada umumnya ia sangat sibuk mengolah ladangnya agar ketika musim panen nanti tanaman yang dihasilkan bagus.

Wajahnya yang sudah mulai keriput karena dimakan usia, berbanding terbalik dengan semangatnya yang masih menggebu-gebu. Walaupun usianya yang sudah lebih dari setengah abad kecakapannya dalam memainkan cangkul masih sangatlah mengagumkan.

" Hedeh Korang berempah taon seluluseh man..? " ( Berapa tahun lagi kuliahmu lulus man..? ) Tanyanya tempo hari saat saya mampir kerumahnya. Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaannya, aku sudah tidak terkejut lagi dengan pertanyaan seperti itu, walaupun pada kenyataannya dia buta huruf, tapi beliau begitu antusias ketika menyinggung soal pendidikan.
Dua dari empat anaknya sudah sampai kejenjang kuliah, satu diantaranya sudah lulus dan sudah berkeluarga. Dan satunya lagi adalah mahmud yang sekarang masih menjalani masa-masa akhir kuliah disalah satu kampus negeri Yogyakarta. Sedangkan yang duanya lagi masih Smp.

" munjhe' tang jheman engak satiah, engkok lapasti deddih profesor la' en "  ( Andai jamanku seperti sekarang, aku pasti sudah jadi profesor " ) Kelakarnya tempo hari sambil sesekali mengeluarkan asap tembakau dari kedua bibirnya yang sudah mulai mengeriput.

Dia menghisap rokoknya dalam-dalam dan mulai bercerita, mengapa dia begitu keras kepada anak-anaknya tentang pendidikan.
Menurutnya, dia hanyalah seorang petani biasa dengan penghasilan yang pas-pasan, malah hasil panennya hanya bisa digunakan untuk makan sehari-hari saja. Tentu ketika berbicara materi Teh mislan sangat layak berada di urutan pertama penerima bantuan pemerintah. Hanya saja dia bukanlah pria lemah yang bisa dengan mudah dilumpuhkan oleh nasib. Teh mislan tidak sebercanda itu dalam mengartikan makna kehidupan. Dengan cangkul ditangannya ia ingin menjadi orang tua yang dengan bangga melihat anak-anaknya  berada dipodium tertinggi, meraih mimpi yang mereka idamkan. Baginya, cukup dia saja yang dengan tega mengubur hidup-hidup keinginan dimasa muda. dan esok hari, cucu-cucunya akan melihat Teh mislan sebagai sosok kakek terbaik dihati mereka. Aku sangat yakin itu.

" Dhunyah engkok lok andik, apapole elmuh, karo tekad bik engkok se ewaris agih ketang nak anak, jhe' ghempang potos asa" ( Harta aku tidak punya, apalagi ilmu, satu-satunya warisanku kepada anak-anak hanyalah nekat, jangan mudah menyerah ) " kelakar Teh mislan sambil menyeruput kopi hitam bikinan Bhi' Nur istrinya.

Tidak penting dengan apa kelak anak-anaknya akan membalas jasanya sebagai sosok ayah. Baginya, tugas sebagai ayah yang sudah terpenuhi itu adalah sebuah anugerah tak ternilai. Sudah lebih dari pada cukup.

Satu hal yang pasti, suatu saat aku sangat yakin kisah Teh mislan akan menggema ke berbagai pelosok nusantara, sosok pahlawan dengan cangkul ditangannya. Dan pahlawan itu bernama " Petani ".

Penulis: Salman Al farisi

COMMENTS

Nama

Artikel,8,Kolom,2,News,169,Opini,30,Resensi,1,Sastra,9,
ltr
item
Lembaga Pers Mahasiswa STITAL: Pahlawan itu bernama " Petani "
Pahlawan itu bernama " Petani "
https://1.bp.blogspot.com/-3TWOYmz2sa8/XiAmPeX9O-I/AAAAAAAABws/rPklwR3cyegRGomQrJHeho6yj03bdEqqQCEwYBhgL/s320/IMG-20200116-WA0029.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-3TWOYmz2sa8/XiAmPeX9O-I/AAAAAAAABws/rPklwR3cyegRGomQrJHeho6yj03bdEqqQCEwYBhgL/s72-c/IMG-20200116-WA0029.jpg
Lembaga Pers Mahasiswa STITAL
http://www.lpm-mental.com/2020/01/pahlawan-itu-bernama-petani.html
http://www.lpm-mental.com/
http://www.lpm-mental.com/
http://www.lpm-mental.com/2020/01/pahlawan-itu-bernama-petani.html
true
7163121057848605904
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy