Menyikapi ujaran "Takutlah pada Allah, Jangan Takut Corona"

Sumber Gambar: Kompasiana Kuartal pertama tahun ini jelas bukan catatan yang menggembirakan untuk dunia, pasalnya Covid-19 atau dike...


Sumber Gambar: Kompasiana

Kuartal pertama tahun ini jelas bukan catatan yang menggembirakan untuk dunia, pasalnya Covid-19 atau dikenal luas sebagai virus Corona telah melumpuhkan perekonomian negara-negara besar yang tentu memiliki efek domino terhadap dunia.

Berawal dari Kota Wuhan Cina, virus yang menyerang organ pernafasan ini seperti tak dapat dikendalikan. Sampai hari ini (pukul 18.40 WIB 23 Maret 2020), tercatat 234.033 orang terinfeksi dan 15.303 orang diantaranya meninggal dunia. Di negara kita ada 579 orang terinfeksi dan 49 orang meregang nyawa.(www.worldmeters.info)

Situasi Waspada Nasional membuat pemerintah melakukan upaya-upaya pencegahan, sosialisasi menjaga kebersihan melalui media massa, sterilisasi lingkungan terutama tempat-tempat umum dengan menyemprotkan cairan desinfektan, bahkan mulai menerapkan kebijakan social distancing atau melarang masyarakat mengadakan pertemuan yang bersifat massal,menjaga jarak antar tiap orang di ruang publik bagi yang terpaksa harus tetap beraktivitas di luar rumah.

Usaha ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus Corona, mengingat meningkatnya korban terinfeksi tiap waktu sangat tinggi. Namun sayangnya tidak semua masyarakat memahami ini sebagai sesuatu yang benar-benar penting, dengan banyak alasan-alasan seperti ekonomi bahkan alasan yang terasa agamis, membuat aktivitas "kumpul-kumpul" ini masih terlihat dimana-mana.

Kita harus melihat kasus Italia yang korban meninggal nya bahkan jauh lebih besar dibanding Cina sendiri (Italia 5476 meninggal Cina 3270 meninggal). Pada masa-masa awal mewabahnya Covid-19 ini, sebenarnya pemerintah Italia sudah menganjurkan social distancing, namun kebanyakan masyarakatnya sendiri seperti tidak menggubris, bahkan mereka membuat sebuah perlawanan dengan gerakan "Milano no  si firma" (Milan tidak takut). Seakan virus itu akan mati dengan sendirinya. Hingga akhirnya mengakibatkan jatuhnya korban yang meningkat drastis, bahkan dalam hitungan jam saja, ratusan kasus terinfeksi baru, ditemukan.

Anehnya di Indonesia juga terjadi hal yang hampir sama, dengan slogan "Takutlah pada Allah jangan takut korona", menjadi tema tulisan dan pengajian-pengajian yang marak di media sosial. Jika diteliti melalui aspek bahasa, ada beberapa hal yang yang harus kita perhatikan. Pertama kalimat "takutlah pada Allah jangan takut Corona" tidak bisa disalahkan, dan sebagai Muslim saya juga tidak usah ditanyakan lagi tentang esensi dari kalimat tersebut bahwa yang selayaknya kita takuti (taati) hanyalah Allah semata dialah yang menciptakan hidup dan mati dialah yang menciptakan dunia dan akhirat dan segala isi dunia ini. Kedua,  kalimat "takutlah pada Allah jangan takut korona" ini bisa bermakna jamak (multitafsir), beberapa orang yang berpendidikan bisa mengartikan ini agar dalam menghadapi segala macam musibah harusnya dikembalikan pada Allah, berdoa, beribadah dan menjalankan apa yang Allah perintahkan. Tapi bagi beberapa orang, ini juga bisa berarti social distancing yang dilakukan di masjid-masjid, di tempat umum itu tidak usah di gubris, toh, yang memberi penyakit sebagai Ujian adalah Allah. Lebih-lebih ditambah dengan kalimat yang lebih ekstrem seperti "jika harus mati oleh-oleh korona lalu mati syahid di masjid maka itu lebih baik bagi kita". Memberikan penafsiran yang keluar dari maksud pertamanya.

Ingatlah bahwa dalam beribadah muslim juga diberi sekian banyak pilihan dan kemudahan untuk yang sedang memiliki keterbatasan, seperti sakit, bencana alam, musibah besar bahkan jika hujan deras, salat Jumat pun Allah beri keringanan dengan menggugurkan sifat wajibnya. Itu membuktikan bahwa dalam tata cara beribadah, Islam tidak menyusahkan. Jika dikembalikan pada kejadian saat ini dimana sudah banyak korban meninggal, ratusan orang positif terinfeksi dan diketahui bahwa penyebaran paling mungkin bisa terjadi adalah dari sosialisasi massa, maka yang terbaik adalah menjalankan apa yang pemerintah tetapkan.

jika salah satu dari kita memang punya hati yang begitu mulia, sehingga siap meninggal kapan saja dan di mana saja, termasuk di masjid karena ingin beribadah, silakan saja, seandainya saja anda hidup sendirian, seandainya di tempat anda akan meninggal itu tidak ada anak kecil tanpa dosa yang tak tahu apa-apa sehingga tertular penyakit anda dan andai tempat anda meninggal itu segera bisa disterilkan sehingga tak menular dan mengundang korban-korban lain yang tidak sesiap anda, silakan.

Tapi selama anda tidak bisa melihat di mana letak virus itu berada, tidak bisa memastikan apa-apa, tolong cintai tetangga anda, keluarga anda, cintai Indonesia.

Semoga tulisan saya ini tidak membuat anda berpikir bahwa saya hanya latah menjadi pembela pemerintah dari segi politis semata, atau saya dianggap, hanya belajar menulis artikel yang baik dan benar. Kita tidak mau masuk surga yang memiliki riwayat kasus atau cela, dengan "pernah menularkan virus Corona" atau "pernah tidak mendengarkan aturan pemimpin kita" kan.

Moh. Samsul Arifin
Galis, 23 Maret 2020

COMMENTS

Nama

Artikel,8,Kolom,2,News,168,Opini,30,Resensi,1,Sastra,9,
ltr
item
Lembaga Pers Mahasiswa STITAL: Menyikapi ujaran "Takutlah pada Allah, Jangan Takut Corona"
Menyikapi ujaran "Takutlah pada Allah, Jangan Takut Corona"
https://1.bp.blogspot.com/-vQc4zFQs16w/XnjDNRuGHBI/AAAAAAAACC4/2XIofP5eer4sg4VGw37FumI0prInHKoXQCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20200323-WA0202.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-vQc4zFQs16w/XnjDNRuGHBI/AAAAAAAACC4/2XIofP5eer4sg4VGw37FumI0prInHKoXQCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200323-WA0202.jpg
Lembaga Pers Mahasiswa STITAL
http://www.lpm-mental.com/2020/03/menyikapi-ujaran-takutlah-pada-allah.html
http://www.lpm-mental.com/
http://www.lpm-mental.com/
http://www.lpm-mental.com/2020/03/menyikapi-ujaran-takutlah-pada-allah.html
true
7163121057848605904
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy